PERBEDAAN ANTARA MODAL DASAR, MODAL DITEMPATKAN, MODAL DISETOR PENUH

gambar

Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Penuh merupakan istilah dapat dijumpai pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 (“UUPT”) dibawah ini:
a. Pasal 31 ayat 1: "Modal dasar Perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham."
b. Pasal 32 ayat 1: "Modal dasar Perseroan paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)."
c. Pasal 33 ayat 1: "Paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 harus ditempatkan dan disetor penuh."
Ketiga pasal diatas memiliki kesimpulan sebagai berikut:
a. Modal dasar adalah seluruh nilai nominal saham;
b. UUPT menentukan besaran minimum Modal dasar yaitu sebesar Rp 50 juta;
c. UUPT Modal menentukan bahwa modal ditempatkan dan disetor penuh sebuah perseroan adalah minimal 25% dari modal dasar.
Prof. DR. Rudhi Prasetya, SH dalam bukunya yang berjudul "Perseroan Terbatas Teori dan Praktik" mengatakan bahwa modal dasar adalah keseluruhan nilai nominal saham suatu Perseroan Terbatas (“PT”) yang maksimal dapat diterbitkan PT. Lebih lanjut, yang dimaksud dengan modal dasar tersebut merupakan hasil perkalian antara jumlah saham PT yang ditentukan oleh pendiri dengan nilai nominalnya. Demikian apabila ditentukan jumlah sahamnya 1000 dan nilai nominal (pari) per sahamnya seharga Rp 50.000,- maka modal dasar PT itu menjadi 1000 lembar x Rp 50.000,- = Rp 50.000.000,-.
Sedangkan maksud dari "modal ditempatkan" adalah dengan ditentukannya dan dicantumkannya modal dasar tidak serta merta jumlah saham tersebut harus sekaligus diterbitkan oleh Perseroan. Dimungkinkan untuk hanya "diterbitkan" sebagian, dan sebagian lagi "disimpan" terlebih dahulu jika perseroan memerlukan modal tambahan maka diterbitkanlah saham yang masih tersimpan ini. Saham yang masih "disimpan" yang belum diterbitkan itulah yang dinamakan "saham simpanan" atau "saham portepel" (portofolio). Sedangkan saham yang telah diterbitkan itulah yang dimaksud dengan "modal ditempatkan" yang merupakan perkalian antara jumlah saham yang diterbitkan dikalikan dengan nilai nominalnya. Jika modal dasar sebuah PT adalah Rp 50.000.000,- maka sesuai dengan Pasal 33 ayat 1 UUPT yang mengatur bahwa: "Paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 harus ditempatkan dan disetor penuh.", maka jumlah modal ditempatkan adalah 25% dari Rp 50.000.000,- yaitu: Rp 12.500.000,-
Selanjutnya menurut Prof. DR. Rudhi Prasetya, SH modal ditempatkan itu (Rp 12.500.000,-) sudah harus disetor penuh pada waktu pendirian. Dengan kata lain, dari modal ditempatkan itu pada waktu didirikan tidak boleh hanya di setor sebagian, melainkan harus disetor sepenuhnya (Rp 12.500.000,-). Namun saat ini sudah tidak ada perbedaan lagi antara "modal ditempatkan" dan "modal disetor".
Demikian informasi Kami terkait Jual Beli menurut KUH Perdata, Semoga bermanfaat.


Hashemi Rafiq SH

-->