PERADILAN DAN HAK AZASI MANUSIA

Hak Azasi Manusia dan kebebasan dasar manusia tidak dapat dilepaskan dari manusia pribadi, karena tanpa Hak Azasi Manusia dan kebebasan dasar manusia, yang bersangkutan kehilangan harkat dan martabat kemanusiaannya. Oleh karena itu, negara Republik Indonesia termasuk Pemerintah,  berkewajiban baik secara hukum maupun secara politik, ekonomi, sosial dan moral, untuk melindungi dan memajukan serta mengambil langkah-langkah konkret demi tegaknya Hak Azasi Manusia dan kebebasan dasar manusia.

Pengadilan Hak Azasi Manusia  bertujuan untuk  melindungi Hak Azasi Manusia, baik perseorangan maupun masyarakat, dan menjadi dasar dalam penegakan kepastian hukum, keadilan, dan perasaan aman baik bagi perseorangan maupun masyarakat, terhadap pelanggaran Hak Azasi Manusia yang berat.

Pelanggaran Hak Azasi Manusia yang berat merupakan “extra ordinary crimes” dan berdampak secara luas baik pada tingkat nasional maupun internasional, dan bukan merupakan Tindak Pidana yang diatur di dalam Kitab Undang-undang  Hukum Pidana, serta menimbulkan kerugian baik materiil maupun immateriil yang mengakibatkan perasaan tidak aman baik terhadap perseorangan maupun masyarakat.

“DENNY LATIEF & PARTNERS” melihat perkara Hak Azasi Manusia  dari segi objektifitas, memberikan  bantuan hukum baik terhadap pelaku maupun korban pelanggaran Hak Azasi Manusia, melihat dari segi kaca mata sosiologis dan psikologis serta azas “praduga tak bersalah”. 

Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan Undang-undang, dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hubungi Kami
%d blogger menyukai ini: